Rabu, 30 Juni 2010

Chapter 12. Langit yang Selalu Mendung

      Kinarsih di ajak pamannya, Mahfudz, untuk bekerja di rumah temannya  yang sesama dosen di Bekasi, sebagai pembantu rumah tangga. Dengan perasaan gembira ia menerima ajakan pamannya. Awal-awal bekerja ia merasa kerasan, karena kedua majikannya ternyata muslim yang taat dan sangat baik. Ditambah lagi, ia bertemu dengan Bu Inah,  baby sitter di rumah itu yang juga sangat baik. Tapi, hari-hari berikutnya, Kinarsih mulai teringat anaknya kembali, yang jauh terpisah darinya, hingga membuatnya tidak mampu fokus dalam bekerja. Berkali-kali ia memecahkan piring, gelas, dan yang terakhir, vas bunga yang terbuat dari campuran kristal. Hal itu membuat majikannya mengambil keputusan, memberi saran pada Kinarsih untuk pulang sementara waktu, demi menenangkan pikirannya. Kinarsih menerima dengan lapang dada. Ia pulang dengan hati yang masih kalut. Ia merasa seakan hidupnya bagaikan langit yang selalu diliputi awan mendung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar