Kinarsih mulai mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Jatmiko, suaminya. Rasanya semua pengorbanan dan perjuangannya hidup bersama suaminya sia-sia. Ia bagaikan hidup dalam neraka dunia. Jatmiko tak segan bersikap kasar, acuh dan semena-mena, bahkan, di suatu sore ketika ia pulang mengajar dan kelelahan, suaminya menamparnya, hingga meninggalkan luka yang membekas di hatinya. Tak cukup sampai di situ, suaminya bahkan menyiksanya lahir bathin, tanpa mempedulikan perasaan Kinarsih. Kemalangan demi kemalangan ia hadapi dengan hati tabah, karena semua tetap bermuara pada satu tujuan, Kinarsih ingin tetap mencari ridlo Allah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar