Jumat, 17 September 2010

Chapter 20. Merajut Impian

      Setelah sebulan menikah, Kinarsih dan suami barunya, Haris, berangkat ke Flores, tanah tempat mereka merajut impian bersama. Di sana, Haris mencari sesuap nasi dengan berjualan jamu-jamu bungkus yang ia pesan dari Jawa. Mereka tinggal di Tiba, Kabupaten Lembata. Kampung yang mayoritas berpenduduk orang muslim Bugis. Tak betah berdiam di rumah kontrakan, Kinarsih mengambil inisiatif untuk berjualan jamu gendong ke desa-desa sebelah, Haris menyetujuinya. Berdua mereka bahu membahu mencari rizki di bumi Allah, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Berbagai lika liku hidup di tanah rantau membuat mereka semakin tegar menjalani hidup bersama, demi merajut impian yang haqiqi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar