Kinarsih dan Jatmiko pindah ke Lampung. Sikap jatmiko yang begitu mesra begitu membahagiakan hati kinarsih, serasa ia merasakan manisnya madu. Jatmiko pandai mengambil hati perempuan yang ia cintai, membuat Kinarsih seakan melayang ke langit ke tujuh. Di Lampung mereka tinggal bersama kedua orang tua Jatmiko. Rumah yang begitu sederhana tak menyurutkan langkah Kinarsih, ia sama sekali tak menyesal, ia anggap itu adalah sebuah tantangan hidup yang harus ia hadapi. Ia sadar, itu adalah pilihannya, untuk hidup bersama Jatmiko, maka, segala kelebihan dan kekurangan Jatmiko ia terima dengan lapang dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar