Kinarsih mulai menjalani hidup bersama suaminya, Jatmiko, dan kedua orangtuanya.,di sebuah desa terpencil di Kabupaten Lampung Selatan. Kedua orang tua Jatmiko memiliki kebun kopi yang cukup luas, tiap hari Kinarsih harus membantu suaminya untuk bekerja di kebun itu. Ia juga diminta mengajar di Madrasah Diniyah milik masyarakat sekitar yang di kepalai oleh ayah Jatmiko. Semua kegiatan itu ia jalani dengan ikhlas dan bahagia, bermuara pada satu tujuan, ia hanya ingin mencari ridlo-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar