Hellow...! I feel it's so long I didn't post anything here. Yah, maklum, pekerjaan Ibu Rumah Tangga memang tak akan pernah ada habisnya. Menyita seluruh waktu kesendirian kita, but it's not a big deal, saya malah bahagia dengan rutinitas harian mengasuh anak, mengurus suami, bahkan mertua. Lho kok jadi kayak curhat gini ya?hehe.., tidak! saya tidak sedang curhat, sekedar sharing info pribadi saja. Semoga berkenan.
Kali ini saya tidak akan memposting sinopsis novel, karena dipikir-pikir, boring juga, blog kok isinya cuma sinopsis, ga seru!. Saya hanya ingin cerita saja, cerita tentang cerita di balik pembuatan proyek saya ini, bingung ya? ga usah bingung. Mari kita bicara.. Dulu..dulu...sekali, ketika si tokoh utama yang tak lain adalah jelmaan teman karib saya mengalami tragedi (alah!) perceraiannya, aya langsung berpikir, kok ada ya cerita yang berupa fakta yang lebih tragis daripada cerita yang ada di novel-novel, bahkan film-film( di dunia). Saat itu juga saya langsung tertarik untuk membuat cerpen tentang kehidupan teman saya ini. Tapi karena kesibukan, waktu itu masih SMU kelas 3, IPA pula, jadi tak ada banyak waktu untuk berleha-leha, menghayal ataupun menulis, juga karena feelnya belum dapet, dalam arti, saya kan waktu itu belum menikah, jadi belum bisa merasakan sendiri bagaimana rasanya kehilangan suami dan anak. Hal itu berlanjut sampai saya kuliah dan akhirnya lulus. Tapi cerita tentang teman saya ini selalu bergelayut di otak, saya tetap bertekad, ingin membuat novel berdasarkan kisahnya itu, someday. Lulus kuliah saya sibuk bekerja, kemudian menikah, kemudian punya anak. there was no time for me to do my personal activities. Jadilah saya hanya menunggu, kapan ya ada waktu untuk menulis?, akhirnya Allah menjawab do'a saya, setelah anak sudah agak besar, akhirnya saya bisa mencuri-curi waktu (sedikit) untuk menulis, sampai sekarang, alhamdulillah.
Selain latar belakang di atas, saya juga tertarik dengan ceritanya, yang katanya dia pernah jalan-jalan ke San Fransisco ketika menjadi TKW di Malaysia. Wow, menarik, seorang TKW bisa pergi jalan-jalan? ke Amrik pula. Ternyata katanya, majikannya waktu itu melahirkan anak di sana, dan ia disuruh ikut menemani (oooooh...begitu). Tapi kemudian saya berpikir, bagaimana saya bisa menggambarkan situasi di san Fransisco ya? saya belum pernah ke sana(boro-boro!). Tapi akhirnya saya ingat kakak ipar saya di New York, atau yang di Chicago, mungkin mereka bisa bantu kasih info, semoga.
Penasaran dengan cerita di balik pembuatan novel saya ini?, ikuti terus blog ini ya?, okay, see you soon...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar