Jumat, 25 Juni 2010

Chapter 10. Titik Nadir

      Setelah berpisah dengan suami dan anaknya, hidup Kinarsih serasa hancur..ia seakan berada dalam titik nadir, gelap, suram, hampa...meski di luar sana banyak suara. Butuh waktu yang lama untuk pulih dari keterpurukannya. Untungnya ada Maya, sahabat sedari kecilnya yang selalu siap mendengarkan keluhannya, selalu berusaha membuatnya tersenyum, hingga Kinarsih tidak lagi merasa sunyi dan sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar