Senin, 21 Juni 2010

Kekuatan Wanita

       Apa kabar bloggers...? lama tidak jumpa, semoga Allah selalu melindungi kita semua, amin..Belum lama ini saya mendapatkan curhat dari seorang sahabat, miris, karena begitu menyentak naluri kewanitaan saya. Ia bercerita bahwa selama perkawinannya, tidak sekalipun suaminya memberikan perhatian untuk mendengarkan penjelasannya jika ia tak bisa menerima teleponnya, kebetulan suaminya di rantau, maunya ia sms harus segera di balas, telepon harus segera diangkat, tak peduli sedang apa dan di mana istrinya. Jika telepon dan sms tidak segera diangkat atau dijawab, maka alamat kata-kata hina penuh syak wasangka buruk segera terlontar, sungguh menyakitkan. Bukan itu saja, jika ia sedang pulang, semua keinginannya harus dituruti, mau makan harus cepat tersedia, mau ini mau itu, harus segera terlaksana. Tak peduli istrinya sedang melakukan aktivitas apa. Sementara semua pekerjaan menumpuk harus sahabat saya selesaikan, sendirian. Dari pekerjaan rumah tangga, anak, belum lagi suaminya yang minta ini minta itu. Selama ini ia sudah bersabar...bahkan luasnya lautan pun tak mampu mengalahkan kesabarannya. Ia hanya bisa menyimpan tangis dalam hati. Hanya pada saya ia mampu bercerita, mengeluarkan segala unek-uneknya. Saya katakan padanya, tetaplah bersabar, lapangkan hatimu...percayalah, itu adalah jalan meraih syurgaNya, Insya Allah. Karena sebenarnya, kesabaran dan keikhlasan seorang istri dalam melayani suami, tidaklah menunjukkan kelemahan seorang wanita, tetapi sebaliknya, menunjukkan bahwa betapa kuatnya seorang wanita....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar