Kinarsih sampai di tanah Sumatera, di mana dulu ia pernah merajut masa-masa indah sekaligus kelabu dengan mantan suaminya, Jatmiko. Setelah menginjakkan kaki kembali ke kampung di mana keluarga Jatmiko tinggal, jantungnya berdebar-debar, tiba-tiba ia merasakan keganjilan dalam hatinya. Ini adalah kali pertama ia bertemu lagi dengan Jatmiko setelah empat tahun perpisahan mereka. Ia pun tidak mengerti perasaannya itu, yang ia tahu, ia sudah mengubur kenangan bersama mantan suaminya itu dalam-dalam. Hingga tak tersisa sedikitpun perasaan untuknya. Mungkin, ia berdebar-debar menantikan moment di mana ia akan bertemu dengan putri semata wayangnya yang selama ini ia rindukan, mungkin juga ia terlalu gembira. Tetapi, ternyata bayangan pertemuan itu tak sesuai harapannya, putrinya, Almira, tak lagi mengenalinya, gadis kecil itu menganggapnya orang asing, lebih menyakitkan lagi, Almira tidak mau diajak pulang bersamanya. Namun Kinarsih berusaha ikhlas melepaskan Almira. Hatinya menjadi tenang, setidaknya ia tahu, putri kecilnya itu dalam keadaan baik-baik saja, dan bahagia hidup bersama ayah dan neneknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar