Setelah kedatangannya dari Sumatera dengan tangan hampa, Kinarsih kembali menata hatinya. Ia telah mengikhlaskan semua, demikian juga perlakuan suaminya dulu. Ia telah berdamai dengan masa lalunya, memaafkan semuanya. Hatinya kini lebih tenang, ia tak lagi berpikir untuk mengambil Almira kembali, meski dalam hati ia selalu merindukannya. Ia hanya berdoa semoga kelak Almira akan mencarinya, ibu yang telah mengandung dan melahirkannya. Di saat-saat seperti itulah, Maya, sahabat masa kecilnya selalu menghiburnya, mendengarkan tiap keluhannya, hingga Kinarsih menemukan dirinya yang dulu. Ia merasa terlahir kembali ke dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar