Selasa, 21 September 2010

Chapter 23. Merangkai Asa

      Setelah hampir setahun di Flores, Kinarsih mendapatkan cobaan. Ia disukai oleh sang pemilik rumah kontrakan yang berniat kurang baik terhadapnya. Khawatir akan keselamatan istrinya, Haris menyuruh Kinarsih pulang kampung, dan Kinar pun menurut. Di kampung halaman, Kinarsih mendapat pencerahan dari Maya, sahabat dekatnya. Maya memberi inspirasi Kinar untuk mengembangkan potensinya dalam hal jahit-menjahit baju. Bersama Maya ia mulai merangkai asa, melanjutkan mimpinya yang dulu sempat tertunda. Maya mengiriminya majalah fashion, design-design baju, dan beberapa referensi untuk memuluskan jalan Kinar. Maka Kinar memulai usahanya menjahit baju yang didesain oleh Maya. Setelah selesai, ia menawarkannya dari satu toko ke toko lain di kota kecamatan. Ditolak di satu toko, Kinar tak menyerah, ia terus melangkah menawarkan baju-bajunya ke toko-toko lain. Hingga pada akhirnya ada satu pemilik toko yang tertarik dengan baju-baju yang Kinarsih buat... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar