Rabu, 22 September 2010

Chapter 24. Sebuah Permulaan

       Kinarsih mulai mendapatkan rintangan di awal usahanya membuat baju, ia kewalahan memenuhi permintaan pemesan. Tak kehilangan akal, ia meminta pada Bu Romlah, pemilik kursus menjahit sekaligus pengajarnya dulu untuk membantunya menjahit pesanan di bantu para muridnya. Di tengah kesibukannya, ternyata Kinarsih hamil, meski khawatir ia menyambut gembira kehamilannya itu. Mendengar hal itu, suaminya, Haris pun ikut bahagia, ia berpesan pada Kinar untuk tidak terlalu sibuk bekerja. Beberapa bulan kemudian, Maya datang dari Jakarta. Ia membawa katalog berisi design-design baju batik karyanya. Ia mengajak Kinar untuk menjahit baju-baju batik, warisan leluhur. Mayapun berniat untuk mengembangkan usaha mereka menjadi lebih besar dan mendunia, dengan membangun sebuah pabrik garmen dan  berencana untuk memamerkan baju-baju batik buatan mereka di Amerika Serikat, tempat kakaknya bekerja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar